Arsip Blog

Aplikasi SIG Data Kebakaran Kota Palangkaraya

Suku Dinas Pemadam Kebakaran Kotamadya Palangkaraya yang berwenang menanggulangi masalah Kejadian Kebakaran di wilayah Palangkaraya, harus siaga dalam menangani masalah ini . Dari hasil penelitian penulis, proses pengolahan data kebakaran dan pelaporan kasus kejadian kebakaran masih dilakukan secara sederhana.

Untuk itu diperlukan suatu aplikasi untuk memaksimal proses penanganan kebakaran dan meningkatkan kualitas informasi penyebaran kasus kebakaran di wilayah Palangkaraya. Dalam penelitiannya penulis merancang sebuah aplikasi berbasis SIG dalam mengolah data kebakaran (mencari lokasi, menentukan pos penanganan kebakaran terdekat dan pembuatan laporan penyebaran kebakaran) . Dalam mengembangkan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Kebakaran pada Wilayah Palangkaraya ini, penulis menggunakan metode terstruktur dari siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC) dengan model pendekatan waterfall, dan pengembangan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Avenue pada ArcView 3.3.

Harapannya, hasil penelitian ini mampu memaksimalkan proses penanganan kebakaran, pengolahan data dan pelaporan data penyebaran kasus kebakaran di wilayah Palangkaraya oleh SUDIN Pemadam Kebakaran Palangkaraya.

 

 

 

 

GIS Lokasi Tanaman Singkong Provinsi Lampung Berbasis Web

Sistem Informasi Geografis lokasi tanaman singkong ini menggunakan arcsview dan bahasa pemrograman php dalam pembuatannya.

jika mas-atau mbak berminat dengan gis lokasi tanaman singkong di provinsi lampung ini bisa menghubungi saya sms-only 085228883437.


Sistem Informasi Geografis Menggunakan PHP dan Mysql

GIS ini sudah banyak membantu para ahli dalam mengumpulkan data secara cepat. Misalnya dalam mengetahui seberapa besar kerusakan yang diakibatkan tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu.

Kali ini yang akan saya bahas disini adalah kemampuan GIS untuk bisa membantu dalam bidang pertanian. Secara garis besar, yang dapat dilakukan GIS dalam bidang pertanian adalah mencakup inventarisasi, manajemen, dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, dan sebagainya.

Singkatnya, yang dapat dibantu GIS untuk dunia pertanian adalah:

1. Mengelola Produksi Tanaman

GIS dapat digunakan untuk membantu mengelola sumberdaya pertanian dan perkebunan seperti luas kawasan untuk tanaman, pepohonan, atau saluran air. Anda dapat menggunakan GIS untuk menetapkan masa panen, mengembangkan sistem rotasi tanam, dan melakukan perhitungan secara tahunan terhadap kerusakan tanah yang terjadi karena perbedaan pembibitan, penanaman, atau teknik yang digunakan dalam masa panen. Misalnya GIS membantu menginventarisasi data-data lahan perkebunan tebu menjadi lebih cepat dianalisis. Proses pengolahan tanah, proses pembibitan, proses penanaman, proses perlindungan dari hama dan penyakit tananan dapat dikelola oleh manager kebun, bahkan dapat dipantau dari direksi.

2. Mengelola Sistem Irigasi

Anda dapat menggunakan GIS untuk membantu memantau dan mengendalikan irigasi dari tanah-tanah pertanian. GIS dapat membantu memantau kapasitas sistem, katup-katup, efisiensi, serta distribusi menyeluruh dari air di dalam sistem.

3. Perencanaan dan riwayat sumberdaya kehutanan

Perencanaan dan riwayat manajemen pertanahan serta integrasinya dengan sistem hukum dan integrasinya dengan manajemen basis data relasional sistem-sistem.
ArcView, aplikasi untuk GIS

Penggunaan GIS ini biasanya dengan aplikasi tertentu. Yang paling umum dipakai adalah ArcView. Walaupun saat ini penggunaan GIS dalam bidang pertanian belum umum dipakai, karena seringnya GIS diapakai untuk melihat kerusakan lahan akibat bencana alam, tapi bukanya tidak mungkin penerapan GIS dalam dunia pertanian akan makin sering dipakai. Sistem GIS ini bukan semata-mata software atau aplikasi komputer, namun merupakan keseluruhan dari pekerjaan managemen pengelolaan lahan pertanian, pemetaan lahan, pencatatan kegiatan harian di kebun menjadi database, perencanaan system dan lain-lain. Sehingga bisa dikatakan merupakan perencanaan ulang pengelolaan pertanian menjadi sistem yang terintegrasi.

Dalam jangka panjang, bisa direduksi kemungkinan permasalahan lahan baik fisik maupun sosial. Bahkan dapat menjamin keberlangsungan perkebunan sebagai contohnya, dengan syarat pihak managemen senantiasa mempelajari berjalannya sistem ini dan mengambil keputusan managerial yang tepat.

Konsep SIG

Sumber data untuk keperluan SIG dapat berasal dari data citra, data lapangan, survey kelautan, peta, sosial ekonomi, dan GPS. Selanjutnya diolah di laboratorium atau studio SIG dengan software tertentu sesuai dengan kebutuhannya untuk menghasilkan produk berupa informasi yang berguna, bisa berupa peta konvensional, maupun peta digital sesuai keperluan user, maka harus ada input kebutuhan yang diinginkan user.

Komponen SIG

Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi ke dalam lima komponen utama, yaitu:
1. Perangkat keras (Hardware)
2. Perangkat lunak (Software)
3. Pemakai (User)
4. Data
5. Metode

peta paud

Untuk mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis data, yaitu:

Data spasial

Data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, atau pun gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.

Data non-spasial

Disebut juga data atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu komponen utama dari Sistem Informasi Geografis adalah perangkat lunak (software). Dalam pendesainan peta digunakan salah satu software SIG yaitu MapInfo Profesional 8.0. MapInfo merupakan sebuah perengkat lunak Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang dikembangkan oleh MapInfo Co. Perangkat lunak ini berfungsi sebagai alat yang dapat membantu dalam memvisualisasikan, mengeksplorasi, menjawab query, dan menganalisis data secara geografis.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.